Keraton Sumedang Larang sebagai Episentrum Pemajuan Budaya Sunda

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menerima cinderamata replika Mahkota Binokasih dari Sri Radya Keraton Sumedang Larang, H.R.I Lukman Soemadisoeria, dalam rangkaian kunjungan budaya mengunjungi kompleks Keraton Sumedang Larang di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

0
15
Rangkaian Kunjungan Budaya Kemenbud RI

JURNALIFE.COM – Keraton Sumedang Larang sebagai episentrum pemajuan budaya Sunda. Hal tersebut diungkapkan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam rangkaian kunjungan budaya mengunjungi kompleks Keraton Sumedang Larang di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (17/01/2026). Kunjungan tersebut merupakan langkah awal kolaborasi lintas sektor dalam menjaga memori kolektif kerajaan tanah Sunda.

Menteri Fadli menegaskan, wilayah Sumedang dan Keraton Sumedang Larang berpotensi sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Barat. Potensi tersebut didukung oleh ragam situs sejarah sekaligus objek pemajuan kebudayaan yang berkembang di Sumedang.

“Sumedang sangat berpotensi untuk menjadi pusat kebudayaan Sunda. Nantinya, Sumedang ini jangan jadi tempat persinggahan saja, tapi harus benar-benar menjadi destinasi utama. Bisa jadi destinasi budaya, destinasi sejarah, wisata alam, wisata religi, wisata kuliner dan lainnya. Jika wilayahnya berkembang, tentu ini juga akan bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Sumedang,” terang Menbud.

Menteri Kebudayaan turut mendorong Keraton Sumedang Larang sebagai episentrum pemajuan budaya Sunda. Menurut Menbud, pusat kebudayaan Sunda dapat dikembangkan melalui transfer pengetahuan antara tetua kepada generasi penerus keraton. Apabila dilakukan secara kontinyu, akan muncul generasi-generasi muda sebagai agen kebudayaan baru.

“Hal yang kita harapkan adalah keberlanjutan dalam ekosistem budaya, terutama terkait kemajuan budaya Sunda. Karena wilayah keraton atau kesultanan adalah salah satu tempat untuk merawat, melindungi, dan memajukan kebudayaan. Apalagi ada tradisi sejarah di dalam budaya tersebut,” imbuh Menbud Fadli.

Selaras dengan pernyataan Menbud, Sri Radya Keraton Sumedang Larang, H.R.I Lukman Soemadisoeria, menyatakan kesiapannya dalam membantu pemajuan budaya melalui pemeliharaan aset-aset Keraton Sumedang Larang. Ia menambahkan, “Kami berharap revitalisasi keraton-keraton Nusantara, terutama Keraton Sumedang Larang dapat dilakukan secepatnya,” kata Lukman Soemadisoeria.

Rangkaian kunjungan kompleks Keraton Sumedang Larang diwali dengan peninjauan bangunan Bumi Kaler yang pada masanya berfungsi sebagai tempat tinggal Bupati beserta keluarganya. Setelah itu, Menbud dan rombongan turut mengunjungi Museum Pusaka tempat penyimpanan koleksi keraton, Bale Seni, Gedung Gamelan, dan diakhiri dengan kunjungan ke Gedung Nagara Sumedang yang sampai saat ini dipergunakan sebagai rumah dinas pejabat Bupati Sumedang.

Pada peninjauan museum, Menbud Fadli menyebutkan, Mahkota Binokasih yang terpajang di Museum Pusaka dapat menjadi sebuah masterpiece atau mahakarya. “Mahkota Binokasih ini bisa menjadi masterpiece atau tujuan utama orang datang kemari. Misalnya kalau Museum Louvre di Prancis, masterpiece-nya adalah lukisan Mona Lisa. Kalau di Sumedang, mungkin tujuan utama wisatawan adalah untuk melihat Mahkota Binokasih ini,” ujar Menteri Fadli.

Keraton Sumedang Larang merupakan pusat pemerintahan bersejarah yang kini menjadi kompleks Museum Prabu Geusan Ulun. Terletak di jantung Kabupaten Sumedang, keraton ini merupakan simbol kejayaan Kerajaan Sumedang Larang, penerus sah Kerajaan Pajajaran di tanah Pasundan. Di dalam kawasan keraton, tersimpan pusaka sakral seperti Mahkota Binokasih, singgasana raja, senjata pusaka, naskah-naskah kuno dan alat musik gamelan, hingga kereta kencana yang mencerminkan kekayaan budaya dan peran strategis Sumedang dalam sejarah penyebaran budaya di Jawa Barat.

Hadir dalam peninjauan ini, di antaranya Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat, Retno Raswaty. Turut hadir pula Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, beserta jajaran pemerintah daerah Kabupaten Sumedang; serta Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana. Selain itu, hadir keluarga Keraton Sumedang Larang, yakni Paduka YM. Sri Radya H.R.I Lukman Soemadisoeria; Radya Anom Rd. Lucky D. Soemawilaga; dan Mahapatih Rd. Lily D. Soemawilaga.

Mengakhiri kunjungan, Menteri Kebudayaan berharap adanya sinergi antara Kementerian Kebudayaan dengan Pemerintah Sumedang dan Keraton Sumedang Larang dalam pengembangan wisata sejarah Sumedang. “Ke depan, kita berharap ada kolaborasi dengan Pemerintah Sumedang serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat. Apa yang bisa kita lakukan bersama, supaya banyak pengunjung ke Keraton Sumedang Larang atau tempat-tempat Sumedang lain yang luar biasa potensial,” tutup Menbud.

Sumber Kementerian Kebudayaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here