JURNALIFE – Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah pemuda Desa Cibogo di kawasan PT VinFast Automobile Indonesia, Selasa (16/12/2025), menyedot perhatian publik. Tidak hanya menjadi sorotan warga sekitar, aksi tersebut juga ramai diperbincangkan warganet di berbagai platform media sosial.
Dalam aksi tersebut, para pemuda menyuarakan aspirasi terkait keterbatasan kesempatan kerja bagi warga lokal. Mereka berharap keberadaan industri besar seperti PT VinFast Automobile Indonesia yang beroperasi di wilayah Subang dapat memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Cibogo dan sekitarnya.
Sekretaris Desa Cibogo, Rachmat, mengatakan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah berupaya menjembatani aspirasi para pemuda dengan pihak perusahaan. Menurutnya, komunikasi formal sudah dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab desa dalam menyalurkan harapan warganya.
“Kami sudah berusaha memberikan solusi dengan mengkomunikasikan keinginan para pemuda kepada PT VinFast Automobile Indonesia, dibuktikan dengan pengiriman surat audiensi,” ujar Rachmat saat dihubungi Media.
Ia menegaskan, pemerintah desa berharap pihak perusahaan dapat membuka ruang dialog agar aspirasi warga dapat disampaikan secara langsung dan dicarikan solusi bersama. Menurutnya, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sangat penting agar kehadiran investasi besar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga lokal.
Aksi demonstrasi tersebut pun memicu beragam reaksi dari netizen. Sebagian besar komentar menyoroti pentingnya memprioritaskan tenaga kerja lokal atau pribumi dalam proses rekrutmen perusahaan.
Salah satu netizen dengan akun @pindiAdam menuliskan, “Tah kedah di perbaiki, na mah pribumi di utamikeun, sanes orang luar hela.” Komentar tersebut mendapat respons dari warganet lain yang memiliki pandangan serupa.
Akun @Demink juga menyampaikan keluhannya terkait kondisi warga lokal yang dinilai kerap hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. “Hese kadang pribumi mah jadi penonton wae, sami dipwk oge,” tulisnya.
Namun demikian, tidak sedikit netizen yang melihat persoalan ini dari sudut pandang berbeda. Sejumlah warganet menilai bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penting dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Akun @Gurning Simbur Hendro mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi diri. “Sebaiknya introspeksi diri, kalau memang SDM-nya baik saya yakin akan diprioritaskan. Perusahaan itu butuh tenaga terampil,” tulisnya.
Sementara itu, akun @Elina Al Ghifari membagikan pengalaman pribadinya terkait sulitnya mendapatkan pekerjaan meskipun berasal dari wilayah sekitar. “Di TKG geh seueur na orang luar Subang, malah mah orang Sumedang. Kuring ngalamar katangka geus 1 taun teu katampi-katampi, malah aya orang Sumedang nu karek ngalamar langsung asup,” ungkapnya.
Ramainya reaksi netizen menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan lokal masih menjadi persoalan sensitif, terutama di daerah yang menjadi lokasi investasi berskala besar. Masyarakat berharap adanya komunikasi terbuka dan transparan antara perusahaan, pemerintah, serta warga agar tercipta solusi yang adil dan berkelanjutan.
Aksi pemuda Desa Cibogo ini pun diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama, agar keberadaan industri di Subang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, khususnya dalam hal kesempatan kerja.



























