
JURNALIFE.COM – Kerajaan Pajajaran merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah berjaya di wilayah Tatar Sunda, khususnya di Jawa Barat. Kerajaan ini dikenal sebagai pusat peradaban Sunda yang kuat dalam bidang politik, budaya, dan spiritual sebelum datangnya pengaruh Islam secara masif di Nusantara. Hingga kini, jejak kejayaan Pajajaran masih dapat ditelusuri melalui berbagai peninggalan sejarah yang sarat nilai budaya dan filosofis.
Sekilas Tentang Kerajaan Pajajaran
Kerajaan Pajajaran berdiri sekitar abad ke-14 dan mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi, yang juga dikenal dengan nama Sri Baduga Maharaja. Pusat pemerintahan kerajaan ini berada di wilayah yang kini dikenal sebagai Bogor.
Di bawah kepemimpinannya, Pajajaran dikenal sebagai kerajaan yang makmur, aman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat Sunda seperti silih asah, silih asih, dan silih asuh. Pajajaran juga memiliki hubungan dagang dan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara.
Peninggalan Sejarah Kerajaan Pajajaran
Meskipun tidak banyak bangunan megah yang tersisa, Kerajaan Pajajaran meninggalkan sejumlah peninggalan penting yang menjadi bukti eksistensinya:
- Prasasti Batu Tulis
Salah satu peninggalan paling terkenal adalah Prasasti Batu Tulis. Prasasti ini dibuat untuk mengenang jasa Sri Baduga Maharaja dan berisi pujian atas kepemimpinannya yang membawa kesejahteraan bagi rakyat Pajajaran. Batu Tulis menjadi bukti autentik keberadaan kerajaan ini. - Situs Karangkamulyan
Terletak di wilayah Ciamis, Situs Karangkamulyan dipercaya sebagai bekas pusat kegiatan Kerajaan Galuh yang memiliki keterkaitan erat dengan Pajajaran. Di kawasan ini terdapat berbagai batu ritual, seperti Batu Pangcalikan dan Batu Naga, yang mencerminkan sistem kepercayaan masyarakat Sunda kuno. - Situs Astana Gede Kawali
Situs ini juga berada di Ciamis dan menyimpan beberapa prasasti peninggalan Raja Wastu Kancana. Astana Gede Kawali menunjukkan kesinambungan kekuasaan dan budaya antara Kerajaan Galuh dan Pajajaran. - Tradisi dan Budaya Sunda
Selain peninggalan fisik, warisan terbesar Pajajaran adalah budaya Sunda itu sendiri. Bahasa Sunda, seni tradisional, hingga nilai-nilai kearifan lokal yang masih hidup di masyarakat Jawa Barat saat ini merupakan cerminan dari kejayaan Pajajaran di masa lampau.
Runtuhnya Kerajaan Pajajaran
Kerajaan Pajajaran mulai mengalami kemunduran pada abad ke-16 akibat tekanan dari kerajaan-kerajaan Islam di pesisir utara Jawa, khususnya Kesultanan Banten. Pada tahun 1579, pusat kerajaan berhasil ditaklukkan, menandai berakhirnya kekuasaan Pajajaran sebagai kerajaan Hindu terakhir di wilayah Sunda.
Peninggalan Kerajaan Pajajaran bukan hanya sekadar situs sejarah, melainkan juga identitas budaya masyarakat Sunda. Melalui pelestarian situs dan pemahaman sejarah, generasi masa kini dapat terus mengenang dan menghargai kejayaan leluhur Nusantara. Kerajaan Pajajaran tetap hidup dalam ingatan sejarah sebagai simbol kebesaran dan kearifan budaya Sunda



































