JURNALIFE – Kerajaan Sunda Galuh merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah berjaya di wilayah Tatar Pasundan.
Kerajaan ini diperkirakan berkembang sejak abad ke-7 Masehi dan berpusat di wilayah Ciamis, Jawa Barat.
Hingga kini, jejak kejayaan Kerajaan Sunda Galuh masih dapat ditemui melalui berbagai peninggalan sejarah yang bernilai tinggi.
1. Situs Astana Gede Kawali
Salah satu peninggalan paling terkenal dari Kerajaan Sunda Galuh adalah Situs Astana Gede Kawali. Situs ini dipercaya sebagai pusat pemerintahan sekaligus tempat penting bagi para raja Galuh.
Di area ini terdapat banyak batu tegak, struktur kuno, serta peninggalan prasasti yang mencerminkan sistem pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada masanya.
2. Prasasti Kawali
Di dalam kawasan Astana Gede, ditemukan beberapa prasasti yang dikenal sebagai Prasasti Kawali. Prasasti-prasasti ini menggunakan aksara Sunda Kuno dan berisi pesan moral serta petuah raja kepada rakyatnya.
Salah satu prasasti menyebutkan nama Prabu Niskala Wastu Kancana, raja besar Kerajaan Galuh yang dikenal bijaksana.
3. Batu Pangcalikan
Peninggalan lainnya adalah Batu Pangcalikan yang diyakini sebagai tempat duduk raja saat bermusyawarah atau memimpin kerajaan.
Batu ini menjadi simbol kekuasaan dan kebijaksanaan pemimpin Sunda Galuh dalam mengatur pemerintahan serta menjaga keharmonisan dengan rakyat.
4. Situs Karangkamulyan
Selain Astana Gede, terdapat pula Situs Karangkamulyan yang berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Galuh.
Situs ini kerap dikaitkan dengan legenda Ciung Wanara, tokoh penting dalam kisah perebutan kekuasaan Galuh, yang hingga kini masih hidup dalam tradisi lisan masyarakat Sunda.
5. Tradisi dan Budaya Sunda
Tak hanya berupa benda fisik, peninggalan Kerajaan Sunda Galuh juga tercermin dalam nilai budaya dan tradisi masyarakat Sunda.
Konsep kepemimpinan, adat istiadat, serta bahasa Sunda Kuno menjadi warisan tak ternilai yang terus dilestarikan hingga saat ini.
Peninggalan Kerajaan Sunda Galuh menjadi bukti nyata bahwa peradaban Sunda telah berkembang maju sejak ratusan tahun lalu. Melalui situs-situs bersejarah, prasasti, serta nilai budaya yang diwariskan, generasi masa kini dapat mengenal dan menghargai kejayaan leluhur Tatar Pasundan.



































